===============================================================
Tampilkan postingan dengan label karyawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karyawan. Tampilkan semua postingan

MEREKA-REKA BONAFIDITAS PERUSAHAAN

Kadang pelamar kerja yang telah diterima di suatu kantor merasa salah masuk karena ternyata perusahaannya tidak bonafid dan tidak profesional. Sebetulnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya hal semacam ini. Silakan simak hal-hal berikut ini.

Kepatuhan Terhadap Aturan Ketenagakerjaan Perusahaan yang bonafid umumnya mengindahkan peraturan yang ditetapkan pemerintah di bidang ketenagakerjaan. Hal ini sebaiknya Anda cek. Bila proses seleksi berupa wawancara (interview), psikotes dan tes kesehatan telah dilalui dengan baik dan Anda masih mendapatkan panggilan berikutnya, maka besar kemungkinan Anda akan diterima bekerja. Jika pada kesempatan wawancara terdahulu Anda belum diberi kesempatan bertanya, inilah saatnya melakukan verifikasi.

Perhatikan atau bila perlu tanyakanlah dengan cara yang santun mengenai :

1. Apakah standar gajinya memenuhi UMR yang ditetapkan pemerintah?
2. Adakah tunjangan/asuransi (insurance) kesehatan dan tunjangan hari Raya?
3. Adakah Jamsostek bagi karyawannya?
4. Adakah kontrak kerja atau surat pengangkatan bagi karyawan baru?
5. Adakah peraturan perusahaan yang baku dan disahkan oleh Depnaker?

Standar Baku Organisasi Profesional.
1. Apakah ada struktur organisasi yang jelas dan baku di perusahaan tersebut?
2. Adakah standar baku penilaian atas kinerja karyawan (performance appraisal) untuk kemungkinan naik gaji atau jabatan?
3. Adakah rincian tugas dan wewenang untuk masing-masing jabatan?

Lakukan Pengamatan Fisik dan Survei Diam-diam.
1. Yang paling mudah diamati, tentunya adalah lokasi dan keadaan fisik kantor yang bersangkutan. Tetapi perlu diingat bahwa lokasi kantor di kawasan bergengsi di gedung yang megah bukan merupakan jaminan atas bonafiditas perusahaan yang bersangkutan. Bisa saja itu sengaja dimaksudkan sebagai kamuflase yang menyesatkan.
2. Perusahaan yang baik dan dikelola secara profesional umumnya menyediakan lingkungan kerja yang kondusif dan menetapkan aturan yang jelas bagi karyawannya. Sewaktu menghadiri wawancara, lakukanlah pengamatan fisik. Walau sekilas, tetapi seringkali bisa memberikan gambaran.
- Bagaimana tata letak ruang kerja karyawan?
- Apakah teratur dan kondusif untuk bisa melakukan pekerjaan dengan baik?
- Apa yang sedang dilakukan oleh karyawan-karyawannya?
- Serius bekerja atau makan dan bergerombol bercengkrama di saat jam kerja?
- Bila duduk di depan komputer, apa yang sedang dikerjakannya?
- Bekerja dengan program Microsoft Excel atau bermain game barangkali?
3. Bila perusahaan yang dituju memiliki outlet atau showroom, cobalah mengunjunginya. Mungkin awalnya Anda bisa berpura-pura berlaku sebagai pembeli untuk mengamati profesionalitas petugas yang melayani Anda. Perusahaan yang baik dan bonafid pasti akan memberikan training bagi semua stafnya yang bertugas di lini depan agar bisa memberikan layanan yang baik bagi pelanggan. Bila pembicaraan sudah mengalir, mungkin Anda bisa juga menyisipkan satu dua pertanyaan yang lebih mendalam menyangkut kepuasan bekerja si karyawan di perusahaan yang bersangkutan.

Selengkapnya...

APA PRESTASI ANDA?

Mungkin Anda sudah sekian tahun bekerja. Apa prestasi Anda selama sekian tahun itu? Bila Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini dalam 5 detik, maka Anda perlu merenung ulang. Untuk mendapatkan pekerjaan baru, daya saing Anda bisa lebih tinggi bila Anda bisa merumuskan prestasi Anda dalam pekerjaan sekarang atau sebelumnya.

Deskripsi mengenai prestasi Anda bisa menjadi nilai tambah karena deskripsi tugas saja bisa jadi belum cukup. Kandidat lain dengan latar belakang pekerjaan yang serupa dengan Anda mungkin
mencantumkan deskripsi tugas yang mirip. Jadi pertimbangkanlah untuk menampilkan prestasi Anda di tempat kerja sekarang atau terdahulu di dalam resume Anda. Pekerja yang berkualitas pasti mempunyai prestasi, tetapi memang tidak mudah untuk merumuskannya dalam bentuk tulisan. Mungkin tips di bawah ini bisa membantu Anda.

Apa?

Ada beberapa jenis prestasi yang mungkin bisa dipikirkan, pilih yang paling relevan.
1. Pencapaian target.
Cobalah untuk mengumpulkan dan mengingat-ingat target yang dibebankan oleh supervisor atau perusahaan kepada Anda. Target pribadi ataupun target tim sama-sama bisa digunakan. Tentunya tidak dalam semua proyek atau penugasan Anda selalu sukses. Pilih di mana Anda berhasil. Bila itu merupakan target pribadi, maka besar kemungkinan Anda adalah faktor penentunya. Tetapi bila itu merupakan pencapaian target tim maka Anda harus mendefinisikan kontribusi Anda dalam pencapaian itu secara jelas.
2. Menepati tenggat waktu.
Ada yang mengatakan bahwa salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah kecepatan. Jadi, dapat dikatakan hampir semua industri harus berpacu dengan waktu dan karyawan ditekan untuk bekerja cepat agar bisa memenuhi tenggat waktu yang ketat. Tidak heran bila karyawan-karyawan yang mampu melaksanakan tugas dengan hasil yang berkualitas dan tepat waktu biasanya dihargai. Cantumkan ini bila Anda memang baik dalam hal ini.
3. Pemecahan masalah.
Harus diakui, bisnis tidaklah sederhana. Bisnis selalu kompleks dan penuh dengan masalah sehingga karyawan yang bisa menangani masalah dengan baik biasanya menjadi salah satu “bintang” di perusahaannya.
4. Tugas ganda.
Ada banyak orang yang bagus dan trampil menangani suatu tugas atau proyek yang datang silih berganti. Tetapi hanya sedikit yang tetap mampu menunjukkan hasil kerja yang berkualitas, bila diberi beberapa tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang kurang lebih bersamaan. Jadi, bila Anda mempunyai kemampuan ini tampilkanlah hal ini dalam resume Anda.

Bagaimana?

Cara Anda merumuskan prestasi dalam bentuk tulisan sama pentingnya dengan isinya itu sendiri.
1. Pencapaian target akan lebih mudah dicerna bila hal itu dikuantifikasikan atau disajikan dalam bentuk yang terukur. Misalnya pencapaian target penjualan. Anda bisa menyebutkan : meningkatkan sales menjadi dua kali lipat dalam waktu 3 bulan atau melampaui target penjualan lebih dari 50%. Contoh lain yang berkaitan dengan pemecahan masalah misalnya : menangani hutang dan melakukan penagihan dengan tingkat keberhasilan 85%.
2. Lengkapi dengan konteksnya. Penjabaran konteks ini juga bisa membantu pembaca untuk lebih mudah menilai kualitas prestasi Anda. Contoh : sebutkan besaran atau skala organisasi perusahaan Anda, posisi produk/jasa perusahaan Anda di pasar atau kondisi sosial ekonomi setempat ketika prestasi Anda itu diraih.
3. Jangan berlebihan. Jangan menggunakan “make-up” yang terlalu tebal untuk memikat orang lain. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengedepankan prestasi Anda secara proporsional.
4. Nyatakan dengan singkat dan jelas. Gunakan bullet-point. Kalimat yang terlalu panjang membuat orang malas membaca atau salah-salah malah membingungkan.


Sumber tokhe : http://karir.com/



Selengkapnya...

ETIKA "PINDAH KE LAIN HATI"

Belakangan ini ada kecenderungan loyalitas karyawan terhadap perusahaan semakin menurun sementara loyalitas terhadap profesi semakin meningkat. Kepindahan seorang karyawan ke perusahaan lain kini menjadi hal yang sangat umum dan memang merupakan hal yang sah-sah saja. Pada umumnya kepindahan ini dilakukan pada saat seseorang masih bekerja, sehingga mungkin ada sedikit konflik kepentingan dalam rangka proses kepindahan ke perusahaan yang baru.

Agar reputasi dan nama baik tetap terjaga, ada banyak hal yang perlu diperhatikan oleh seorang karyawan ketika ingin pindah ke perusahaan baru. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Kewajiban terhadap perusahaan lama : Masuk baik-baik, keluar baik-baik

1. Jangan merugikan perusahaan lama. Untuk keperluan wawancara/seleksi di perusahaan baru, usahakan untuk tidak mencuri waktu kerja. Gunakan hak cuti atau coba negosiasi dengan HRD di perusahaan baru untuk minta waktu seleksi di luar jam kerja atau hari Sabtu.
2. Patuhi peraturan kerja di perusahaan lama. Bila perusahaan lama menetapkan aturan bahwa pemberitahuan pengunduran diri harus sudah diajukan paling tidak sebulan sebelumnya, maka kewajiban itu harus diindahkan.
3. Tuntaskan semua kewajiban di kantor lama. Sebelum pindah sebaiknya dipastikan bahwa semua tanggung-jawab dan kewajiban sudah diselesaikan dengan baik, termasuk juga mungkin tugas untuk melakukan training dan serah-terima file kepada kandidat pengganti.
4. Ajukan surat pengunduran diri dengan isi yang mengesankan dan format yang sebaik mungkin sebagaimana surat lamaran atau resume terdahulu.
5. Tanyakan surat referensi bekerja dengan sopan santun pada bagian HRD. Idealnya referensi ini harus sudah bisa diperoleh selambatnya pada hari terakhir masuk kerja di perusahaan lama.
6. Pamitlah dengan santun pada atasan dan semua rekan kerja di kantor lama pada hari terakhir bekerja. Jangan lupa mengucapkan terima kasih dan sekaligus juga meminta maaf atas kesalahan yang mungkin terjadi dengan atau tanpa disengaja.

Kewajiban Terhadap Perusahaan Baru : Tumbuhkan Kesan Baik

Orang yang masih bekerja dan melamar ke perusahaan lain dapat dikatakan memiliki posisi tawar-menawar yang lebih baik daripada orang yang sedang tidak bekerja. Tetapi sebaiknya jangan bersikap "mentang-mentang" dan terlalu "jual mahal" dalam proses seleksi atau rekrutmen.
Walau bagaimanapun masing-masing pihak berada dalam posisi saling membutuhkan.
Untuk bisa sukses melamar di perusahaan baru, maka sebaiknya hal-hal tersebut di bawah ini DIHINDARI :

1. Meminta gaji dan fasilitas yang kurang realistis, tidak sesuai dengan yang berlaku di pasaran
2. Menceritakan semua hal buruk di perusahaan lama sebagai alasan pindah kerja
3. Menunjukkan sikap sok tahu, membanding-bandingkan atau membangga-banggakan perusahaan lama atau sebaliknya menyanjung perusahaan baru secara berlebihan


Sumber tokhe : http://karir.com/

Selengkapnya...

KETIKA HARUS MEMILIH ...

Banyak pencari kerja yang mungkin pernah mengalami dilema, bingung memilih satu diantara 2 tawaran pekerjaan yang datang bersamaan. Kadang pilihan atas dasar penawaran gaji yang lebih besar saja belum tentu yang terbaik.
Ada banyak hal lain yang perlu dijadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk menerima suatu tawaran dan menolak yang lainnya, yaitu :

Berkaitan Dengan Posisi Yang Ditawarkan

1. Cek status posisi yang ditawarkan.
Apakah karyawan tetap atau kontrak?
Bila karyawan tetap, berapa lama masa percobaannya?

2. Bagaimana karakteristik pekerjaan itu?
Tugas lapangan atau di belakang meja?
Apakah membutuhkan ketelitian, kreativitas atau bahkan membutuhkan ketrampilan berkomunikasi?
Hal-hal apa saja yang ditargetkan atau bagaimana prestasi Anda akan diukur?
Apakah kira-kira Anda mampu menunjukkan prestasi yang baik?
Lakukan evaluasi mendalam sesuai dengan kondisi dan kemampuan Anda.

3. Mengapa posisi itu kosong?
Karena pengembangan perusahaan, pembukaan cabang baru atau menggantikan orang lain?
Bila posisi baru, sanggupkah Anda merintis sistem baru?
Bila menggantikan orang lain, mengapa orang yang lama keluar?
Bila disebabkan oleh suatu konflik internal, pelajari apakah Anda mampu menghadapi hal serupa?


Selengkapnya...

Your Ad Here

Mesin Pencari Pekerjaan