===============================================================
Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan

TIPS MENERIMA PANGGILAN WAWANCARA

Mendapat panggilan wawancara (interview) adalah kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Karena bisa jadi Anda telah mengalahkan ratusan atau bahkan ribuan saingan pada tahap seleksi resume.

Agar Anda bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi wawancara kerja, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan ketika menerima panggilan wawancara yang biasanya dilakukan via telepon ini, yaitu :

DISARANKAN :

1. Tanyakan nama, alamat dan nomor telepon perusahaan dengan sejelas mungkin.
2. Tanyakan apa yang harus Anda bawa sebagai kelengkapan persyaratan, siapa yang harus ditemui, lengkap dengan jabatannya
3. Bila Anda berhalangan pada hari dan waktu yang diminta, ajukan alternatif jadwal baru dengan sopan
4. Bila Anda sudah sempat menyetujui dan tiba-tiba berhalangan hadir pada hari H, hubungi kembali HRD yang bersangkutan dan ajukan jadwal baru
5. Beberapa perusahaan sengaja menyembunyikan nama perusahaannya dalam iklan lowongan, karena berbagai pertimbangan (banyak diantaranya sebetulnya merupakan perusahaan besar yang memiliki reputasi baik). Bila setelah Anda tahu identitas perusahaan yang bersangkutan dan ternyata kurang berminat untuk bekerja di perusahaan tersebut, sampaikan alasan diplomatis yang masuk akal, tanpa menyatakan keadaan yang sebenarnya. .…HARUS DIHINDARI

Bila Anda memang mengajukan lamaran ke perusahaan yang bersangkutan, jangan tanya Anda melamar sebagai apa di perusahaan itu, karena seharusnya Anda sudah tahu persis (bila perlu, buatlah catatan/daftar nama perusahaan yang Anda kirimi lamaran beserta posisi yang dilamar). Kecuali bila Anda tidak merasa melamar, karena bisa jadi HRD perusahaan tersebut mendapatkan data diri Anda melalui fitur ”Mencari Resume” yang disediakan oleh situs kerja, termasuk karir.com.

Menanyakan gaji dan kompensasi pada tahap ini

Tidak datang tanpa pemberitahuan atau tanpa alasan yang masuk akal

Begitu banyak pencari kerja yang belum mendapatkan kesempatan dipanggil wawancara, dan sangat mengharapkannya. Jadi bila Anda mendapatkan kesempatan berharga ini, pastikan Anda menghadirinya untuk menjajaki peluang karir yang tersedia.

Sumber tokhe : http://karir.com/



Selengkapnya...

TIPS MEMILIH PEKERJAAN/PROFESI

Semua orang ingin sukses di dalam pekerjaan dan karir. Tetapi hanya sedikit yang bisa mencapainya. Keberhasilan dalam pekerjaan bisa diawali dari pilihan Anda. Pilihan yang tepat dengan usaha yang keras bisa mengantarkan Anda pada keberhasilan. Sebaliknya, pilihan yang salah bisa membawa Anda pada stagnasi atau bahkan kegagalan. Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pekerjaan agar tidak salah? Silakansimak hal-hal berikut ini :

1. Kenali diri Anda sebaik mungkin
a. Pelajari kelebihan dan kelemahan diri Anda, dan pilihlah jenis pekerjaan atau profesi yang menuntut Anda menggunakan bakat atau kelebihan Anda. Jangan coba-coba melamar pekerjaan yang menuntut Anda untuk melakukan hal-hal yang merupakan kelemahan Anda. Misal : bila Anda adalah orang yang tekun, sangat cepat dan teliti dalam berhitung tetapi pendiam dan kurang luwes dalam bergaul, maka pekerjaan di bidang Keuangan dan Akuntansi akan jauh lebih menjanjikan keberhasilan dibandingkan pekerjaan di bidang Sales atau Marketing.
b. Pahami hobi/minat Anda. Bila memungkinkan, pilihlah bidang pekerjaan yang sesuai dengan minat atau hobi Anda. Orang yang bekerja di bidang yang sesuai dengan minatnya umumnya lebih sukses. Karena kesesuaian ini akan membuat orang lebih mencintai pekerjaannya dan kecintaan pada pekerjaan biasanya akan mendorong orang untuk bekerja dengan giat, antusias, sepenuh hati dan ingin menghasilkan yang terbaik.

2. Perusahaan pertama sangat menentukan
Bila memungkinkan, awali karir Anda dari perusahaan besar yang telah memiliki sejarah panjang dan reputasi yang baik. Perusahaan semacam itu umumnya lebih menjanjikan, terlebih lagi bila itu adalah perusahaan multi nasional yang telah memiliki reputasi puluhan tahun di manca negara. Di perusahaan semacam ini kelak Anda akan mendapatkan lebih banyak kemudahan dan pilihan. Anda bisa mencoba meniti karir di perusahaan yang sama. Atau bila suatu saat Anda ingin mendapatkan tantangan baru di luar, maka biasanya “nilai jual” Anda relatif tinggi dan Anda akan memiliki keleluasaan lebih dalam menentukan pilihan perusahaan berikutnya.

3. Spesialis atau Generalis?
Terkait dengan pilihan perusahaan pertama ini adalah jenis industri dari perusahaan yang pertama Anda masuki. Apa target Anda? Ingin diakui dan mendapatkan penghargaan setinggi-tingginya atas profesi Anda, atau lebih mengarah pada keinginan meniti karir sampai ke puncak manajemen perusahaan? Untuk menjadi seorang spesialis, Anda harus memilih perusahaan dengan jenis industri yang menempatkan bidang profesi Anda pada posisi yang jauh lebih dominan dibanding profesi lainnya. Hal ini biasanya juga berkaitan erat dengan latar belakang pendidikan Anda. Misalnya, bila Anda adalah lulusan sekolah Informasi Teknologi dan ingin menjadi spesialis, maka pekerjaan di perusahaan konsultan software (software house) adalah pilihan yang tepat bagi Anda. Contoh lain, bila Anda adalah seorang lulusan Sekolah Tinggi Perhotelan jurusan Boga, maka pekerjaan sebagai seorang Chef atau Koki di restoran di hotel berbintang lima bisa mengantarkan Anda sampai ke puncak karir yang sangat bergengsi sebagai seorang spesialis dan bisa membuat Anda diburu perusahaan sejenis.
Sedangkan bila Anda ingin menjadi seorang generalis, maka orientasi pemilihan perusahaan yang akan Anda masuki akan berbeda. Anda tidak perlu terlalu memperhatikan jenis industri dari perusahaan yang akan Anda masuki. Yang lebih penting untuk diperhatikan adalah ada tidaknya peluang karir yang cukup besar di perusahaan tersebut untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi, baik untuk karir yang linear maupun karir di bidang/departemen yang berbeda.

4. Siklus Hidup Perusahaan
Dalam memilih perusahaan yang akan Anda masuki, baik yang pertama maupun yang ke sekian, Anda juga harus mempertimbangkan life cycle atau siklus hidup dari jenis industri perusahaan tersebut. Ada jenis-jenis industri yang siklus hidupnya pendek dan sangat dipengaruhi oleh trend dan ada pula yang panjang dan sudah teruji. Hal ini biasanya dipengaruhi oleh budaya dan sistem sosial ekonomi di kota/negara yang bersangkutan. Di Jakarta misalnya, kemunculan bisnis-bisnis kafe di kawasan tertentu kerap bersifat seperti "jamur di musim hujan" yang segera berguguran dan menghilang begitu musim berlalu. Jadi bila Anda ingin membangun karir yang mapan, sebaiknya Anda memilih perusahaan dengan jenis industri yang sudah teruji siklus hidupnya memang panjang.

Sumber tokhe : http://karir.com/

Selengkapnya...

MEREKA-REKA BONAFIDITAS PERUSAHAAN

Kadang pelamar kerja yang telah diterima di suatu kantor merasa salah masuk karena ternyata perusahaannya tidak bonafid dan tidak profesional. Sebetulnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya hal semacam ini. Silakan simak hal-hal berikut ini.

Kepatuhan Terhadap Aturan Ketenagakerjaan Perusahaan yang bonafid umumnya mengindahkan peraturan yang ditetapkan pemerintah di bidang ketenagakerjaan. Hal ini sebaiknya Anda cek. Bila proses seleksi berupa wawancara (interview), psikotes dan tes kesehatan telah dilalui dengan baik dan Anda masih mendapatkan panggilan berikutnya, maka besar kemungkinan Anda akan diterima bekerja. Jika pada kesempatan wawancara terdahulu Anda belum diberi kesempatan bertanya, inilah saatnya melakukan verifikasi.

Perhatikan atau bila perlu tanyakanlah dengan cara yang santun mengenai :

1. Apakah standar gajinya memenuhi UMR yang ditetapkan pemerintah?
2. Adakah tunjangan/asuransi (insurance) kesehatan dan tunjangan hari Raya?
3. Adakah Jamsostek bagi karyawannya?
4. Adakah kontrak kerja atau surat pengangkatan bagi karyawan baru?
5. Adakah peraturan perusahaan yang baku dan disahkan oleh Depnaker?

Standar Baku Organisasi Profesional.
1. Apakah ada struktur organisasi yang jelas dan baku di perusahaan tersebut?
2. Adakah standar baku penilaian atas kinerja karyawan (performance appraisal) untuk kemungkinan naik gaji atau jabatan?
3. Adakah rincian tugas dan wewenang untuk masing-masing jabatan?

Lakukan Pengamatan Fisik dan Survei Diam-diam.
1. Yang paling mudah diamati, tentunya adalah lokasi dan keadaan fisik kantor yang bersangkutan. Tetapi perlu diingat bahwa lokasi kantor di kawasan bergengsi di gedung yang megah bukan merupakan jaminan atas bonafiditas perusahaan yang bersangkutan. Bisa saja itu sengaja dimaksudkan sebagai kamuflase yang menyesatkan.
2. Perusahaan yang baik dan dikelola secara profesional umumnya menyediakan lingkungan kerja yang kondusif dan menetapkan aturan yang jelas bagi karyawannya. Sewaktu menghadiri wawancara, lakukanlah pengamatan fisik. Walau sekilas, tetapi seringkali bisa memberikan gambaran.
- Bagaimana tata letak ruang kerja karyawan?
- Apakah teratur dan kondusif untuk bisa melakukan pekerjaan dengan baik?
- Apa yang sedang dilakukan oleh karyawan-karyawannya?
- Serius bekerja atau makan dan bergerombol bercengkrama di saat jam kerja?
- Bila duduk di depan komputer, apa yang sedang dikerjakannya?
- Bekerja dengan program Microsoft Excel atau bermain game barangkali?
3. Bila perusahaan yang dituju memiliki outlet atau showroom, cobalah mengunjunginya. Mungkin awalnya Anda bisa berpura-pura berlaku sebagai pembeli untuk mengamati profesionalitas petugas yang melayani Anda. Perusahaan yang baik dan bonafid pasti akan memberikan training bagi semua stafnya yang bertugas di lini depan agar bisa memberikan layanan yang baik bagi pelanggan. Bila pembicaraan sudah mengalir, mungkin Anda bisa juga menyisipkan satu dua pertanyaan yang lebih mendalam menyangkut kepuasan bekerja si karyawan di perusahaan yang bersangkutan.

Selengkapnya...

APA PRESTASI ANDA?

Mungkin Anda sudah sekian tahun bekerja. Apa prestasi Anda selama sekian tahun itu? Bila Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini dalam 5 detik, maka Anda perlu merenung ulang. Untuk mendapatkan pekerjaan baru, daya saing Anda bisa lebih tinggi bila Anda bisa merumuskan prestasi Anda dalam pekerjaan sekarang atau sebelumnya.

Deskripsi mengenai prestasi Anda bisa menjadi nilai tambah karena deskripsi tugas saja bisa jadi belum cukup. Kandidat lain dengan latar belakang pekerjaan yang serupa dengan Anda mungkin
mencantumkan deskripsi tugas yang mirip. Jadi pertimbangkanlah untuk menampilkan prestasi Anda di tempat kerja sekarang atau terdahulu di dalam resume Anda. Pekerja yang berkualitas pasti mempunyai prestasi, tetapi memang tidak mudah untuk merumuskannya dalam bentuk tulisan. Mungkin tips di bawah ini bisa membantu Anda.

Apa?

Ada beberapa jenis prestasi yang mungkin bisa dipikirkan, pilih yang paling relevan.
1. Pencapaian target.
Cobalah untuk mengumpulkan dan mengingat-ingat target yang dibebankan oleh supervisor atau perusahaan kepada Anda. Target pribadi ataupun target tim sama-sama bisa digunakan. Tentunya tidak dalam semua proyek atau penugasan Anda selalu sukses. Pilih di mana Anda berhasil. Bila itu merupakan target pribadi, maka besar kemungkinan Anda adalah faktor penentunya. Tetapi bila itu merupakan pencapaian target tim maka Anda harus mendefinisikan kontribusi Anda dalam pencapaian itu secara jelas.
2. Menepati tenggat waktu.
Ada yang mengatakan bahwa salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah kecepatan. Jadi, dapat dikatakan hampir semua industri harus berpacu dengan waktu dan karyawan ditekan untuk bekerja cepat agar bisa memenuhi tenggat waktu yang ketat. Tidak heran bila karyawan-karyawan yang mampu melaksanakan tugas dengan hasil yang berkualitas dan tepat waktu biasanya dihargai. Cantumkan ini bila Anda memang baik dalam hal ini.
3. Pemecahan masalah.
Harus diakui, bisnis tidaklah sederhana. Bisnis selalu kompleks dan penuh dengan masalah sehingga karyawan yang bisa menangani masalah dengan baik biasanya menjadi salah satu “bintang” di perusahaannya.
4. Tugas ganda.
Ada banyak orang yang bagus dan trampil menangani suatu tugas atau proyek yang datang silih berganti. Tetapi hanya sedikit yang tetap mampu menunjukkan hasil kerja yang berkualitas, bila diberi beberapa tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang kurang lebih bersamaan. Jadi, bila Anda mempunyai kemampuan ini tampilkanlah hal ini dalam resume Anda.

Bagaimana?

Cara Anda merumuskan prestasi dalam bentuk tulisan sama pentingnya dengan isinya itu sendiri.
1. Pencapaian target akan lebih mudah dicerna bila hal itu dikuantifikasikan atau disajikan dalam bentuk yang terukur. Misalnya pencapaian target penjualan. Anda bisa menyebutkan : meningkatkan sales menjadi dua kali lipat dalam waktu 3 bulan atau melampaui target penjualan lebih dari 50%. Contoh lain yang berkaitan dengan pemecahan masalah misalnya : menangani hutang dan melakukan penagihan dengan tingkat keberhasilan 85%.
2. Lengkapi dengan konteksnya. Penjabaran konteks ini juga bisa membantu pembaca untuk lebih mudah menilai kualitas prestasi Anda. Contoh : sebutkan besaran atau skala organisasi perusahaan Anda, posisi produk/jasa perusahaan Anda di pasar atau kondisi sosial ekonomi setempat ketika prestasi Anda itu diraih.
3. Jangan berlebihan. Jangan menggunakan “make-up” yang terlalu tebal untuk memikat orang lain. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengedepankan prestasi Anda secara proporsional.
4. Nyatakan dengan singkat dan jelas. Gunakan bullet-point. Kalimat yang terlalu panjang membuat orang malas membaca atau salah-salah malah membingungkan.


Sumber tokhe : http://karir.com/



Selengkapnya...

ETIKA "PINDAH KE LAIN HATI"

Belakangan ini ada kecenderungan loyalitas karyawan terhadap perusahaan semakin menurun sementara loyalitas terhadap profesi semakin meningkat. Kepindahan seorang karyawan ke perusahaan lain kini menjadi hal yang sangat umum dan memang merupakan hal yang sah-sah saja. Pada umumnya kepindahan ini dilakukan pada saat seseorang masih bekerja, sehingga mungkin ada sedikit konflik kepentingan dalam rangka proses kepindahan ke perusahaan yang baru.

Agar reputasi dan nama baik tetap terjaga, ada banyak hal yang perlu diperhatikan oleh seorang karyawan ketika ingin pindah ke perusahaan baru. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Kewajiban terhadap perusahaan lama : Masuk baik-baik, keluar baik-baik

1. Jangan merugikan perusahaan lama. Untuk keperluan wawancara/seleksi di perusahaan baru, usahakan untuk tidak mencuri waktu kerja. Gunakan hak cuti atau coba negosiasi dengan HRD di perusahaan baru untuk minta waktu seleksi di luar jam kerja atau hari Sabtu.
2. Patuhi peraturan kerja di perusahaan lama. Bila perusahaan lama menetapkan aturan bahwa pemberitahuan pengunduran diri harus sudah diajukan paling tidak sebulan sebelumnya, maka kewajiban itu harus diindahkan.
3. Tuntaskan semua kewajiban di kantor lama. Sebelum pindah sebaiknya dipastikan bahwa semua tanggung-jawab dan kewajiban sudah diselesaikan dengan baik, termasuk juga mungkin tugas untuk melakukan training dan serah-terima file kepada kandidat pengganti.
4. Ajukan surat pengunduran diri dengan isi yang mengesankan dan format yang sebaik mungkin sebagaimana surat lamaran atau resume terdahulu.
5. Tanyakan surat referensi bekerja dengan sopan santun pada bagian HRD. Idealnya referensi ini harus sudah bisa diperoleh selambatnya pada hari terakhir masuk kerja di perusahaan lama.
6. Pamitlah dengan santun pada atasan dan semua rekan kerja di kantor lama pada hari terakhir bekerja. Jangan lupa mengucapkan terima kasih dan sekaligus juga meminta maaf atas kesalahan yang mungkin terjadi dengan atau tanpa disengaja.

Kewajiban Terhadap Perusahaan Baru : Tumbuhkan Kesan Baik

Orang yang masih bekerja dan melamar ke perusahaan lain dapat dikatakan memiliki posisi tawar-menawar yang lebih baik daripada orang yang sedang tidak bekerja. Tetapi sebaiknya jangan bersikap "mentang-mentang" dan terlalu "jual mahal" dalam proses seleksi atau rekrutmen.
Walau bagaimanapun masing-masing pihak berada dalam posisi saling membutuhkan.
Untuk bisa sukses melamar di perusahaan baru, maka sebaiknya hal-hal tersebut di bawah ini DIHINDARI :

1. Meminta gaji dan fasilitas yang kurang realistis, tidak sesuai dengan yang berlaku di pasaran
2. Menceritakan semua hal buruk di perusahaan lama sebagai alasan pindah kerja
3. Menunjukkan sikap sok tahu, membanding-bandingkan atau membangga-banggakan perusahaan lama atau sebaliknya menyanjung perusahaan baru secara berlebihan


Sumber tokhe : http://karir.com/

Selengkapnya...

KETIKA HARUS MEMILIH ...

Banyak pencari kerja yang mungkin pernah mengalami dilema, bingung memilih satu diantara 2 tawaran pekerjaan yang datang bersamaan. Kadang pilihan atas dasar penawaran gaji yang lebih besar saja belum tentu yang terbaik.
Ada banyak hal lain yang perlu dijadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan untuk menerima suatu tawaran dan menolak yang lainnya, yaitu :

Berkaitan Dengan Posisi Yang Ditawarkan

1. Cek status posisi yang ditawarkan.
Apakah karyawan tetap atau kontrak?
Bila karyawan tetap, berapa lama masa percobaannya?

2. Bagaimana karakteristik pekerjaan itu?
Tugas lapangan atau di belakang meja?
Apakah membutuhkan ketelitian, kreativitas atau bahkan membutuhkan ketrampilan berkomunikasi?
Hal-hal apa saja yang ditargetkan atau bagaimana prestasi Anda akan diukur?
Apakah kira-kira Anda mampu menunjukkan prestasi yang baik?
Lakukan evaluasi mendalam sesuai dengan kondisi dan kemampuan Anda.

3. Mengapa posisi itu kosong?
Karena pengembangan perusahaan, pembukaan cabang baru atau menggantikan orang lain?
Bila posisi baru, sanggupkah Anda merintis sistem baru?
Bila menggantikan orang lain, mengapa orang yang lama keluar?
Bila disebabkan oleh suatu konflik internal, pelajari apakah Anda mampu menghadapi hal serupa?


Selengkapnya...

MENDAPATKAN PEKERJAAN : SULIT ATAU TIDAK SIAP?

Banyak pencari kerja mengeluh sulit mendapatkan pekerjaan. Tidak terlalu mengherankan. Faktanya, jumlah pencari kerja memang jauh lebih banyak daripada lowongan yang tersedia.

Tetapi tahukah Anda, di lain pihak banyak perusahaan juga mengeluh sulit mendapatkan tenaga kerja, bukan hanya yang sudah berpengalaman melainkan juga yang baru lulus. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Pencari kerja kadang sulit mendapatkan pekerjaan bukan hanya semata-mata karena lowongan yang terbatas atau tidak ada kesesuaian kompetensi, melainkan juga karena KETIDAKSIAPAN dan HAMBATAN yang dengan atau tanpa sengaja mereka ciptakan sendiri. Apa saja yang termasuk di dalamnya?


1. Nomor telepon yang dicantumkan pada resume tidak aktif/tidak bisa dihubungi.
2. Data-data lain mengenai pengalaman kerja dan sebagainya yang disajikan dalam resume tidak akurat atau sudah tidak valid lagi.
3. Tidak bisa meyakinkan HRD pada saat wawancara :
- tidak bersemangat
- tidak tahu jabatan yang dilamar apa
- tidak punya gambaran tentang perusahaan dan posisi yang dilamar
- tidak mampu menunjukkan sikap yang profesional melalui cara berkomunikasi, cara berinteraksi, cara menjawab dan mengajukan pertanyaan
- tidak mampu berkomunikasi dengan baik
- tidak mampu mempresentasikan diri dengan baik (tidak mengenali diri sendiri dengan baik, tidak tahu kekuatan dan ketrampilan diri sendiri, tidak mengenakan busana yang pantas, dsb.)
- datang terlambat
4. Tidak datang ketika dipanggil wawancara
5. Tidak membawa dokumen yang diminta sebagai kelengkapan persyaratan
6. Tidak siap dan tidak mampu mengisi form aplikasi standar yang disediakan perusahaan secara lengkap dan meyakinkan
7. Tidak bisa membuat resume yang menarik
8. Tidak fokus dan tekun dalam mencari dan melamar pekerjaan

Bagaimana dengan Anda?

Pastikan diri Anda benar-benar siap untuk memasuki dunia kerja dan telah meminimalkan semua kendala yang membuat Anda sulit untuk dipekerjakan.

Sumber tokhe : http://karir.com/

Selengkapnya...

CV DAN RESUME : SAMA ATAU BEDA?

Beberapa tahun yang lalu CV (Curicullum Vitae) atau Daftar Riwayat Hidup terasa akrab di telinga para pencari kerja di Indonesia. Tetapi belakangan ini HRD dari berbagai perusahaan kerap meminta pelamar untuk melampirkan Resume, bukannya CV. Apa bedanya?
Tujuan Pembuatan
Istilah Resume mengemuka dan populer di Amerika sebagai sarana untuk melamar pekerjaan di bidang bisnis komersial. Sedangkan CV lebih banyak digunakan untuk mencari peluang di bidang pendidikan, penelitian atau permohonan bea siswa. Di banyak negara Eropa, CV lebih umum digunakan, baik untuk keperluan melamar pekerjaan ataupun mencari peluang di bidang akademis.
Isi
Perbedaan lain yang mendasar antara CV dan Resume terletak pada isinya. CV umumnya lebih panjang, dua halaman atau lebih dan berisi data-data yang lebih rinci daripada Resume. Di dalam CV biasanya juga dicantumkan data-data pribadi seperti usia, kebangsaan, tinggi dan berat badan, status pernikahan dan kadang juga hobi serta latar belakang pendidikan akademis secara mendetil mencakup daftar penelitian, daftar publikasi tulisan, penghargaan dan lain-lain.
Sedangkan Resume biasanya hanya terdiri dari satu atau maksimal dua halaman yang berisi ringkasan pengalaman, ketrampilan dan pendidikan. Karena tujuan pembuatan Resume adalah untuk melamar pekerjaan, maka biasanya isinya berfokus pada pengalaman kerja atau prestasi di tempat kerja terdahulu serta ketrampilan dan latar belakang pendidikan yang menunjang posisi yang dilamar.
Berdasarkan cara penulisannya dikenal ada dua jenis Resume, yaitu Resume yang kronologis dan Resume yang fungsional. Resume kronologis berisi tentang perjalanan karir si pelamar kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ini adalah jenis Resume yang paling sering digunakan dan memang lebih mudah dipahami. Sedangkan Resume fungsional berfokus pada ketrampilan tertentu. Bagi yang ingin pindah bidang/fungsi kerja, Resume jenis ini cocok untuk digunakan. Maksimalkan dengan berfokus pada ketrampilan yang bisa diterapkan untuk beragam fungsi kerja (transferable skills), seperti misalnya ketrampilan komunikasi, ketrampilan pemecahan masalah, ketrampilan memimpin, dan sebagainya.
Selengkapnya...

SEKILAS TENTANG COMPETENCY BASED INTERVIEW

Sampai saat ini wawancara masih menjadi salah satu metode seleksi yang paling disukai oleh para praktisi HRD di Indonesia. Belakangan ini telah berkembang suatu metode wawancara yang makin meluas penggunaannya di kalangan perusahaan terkemuka di Indonesia, yaitu Behavioral and Competency Based Interview.

Metode ini bertujuan untuk menggali kompetensi pelamar di suatu bidang berdasarkan asumsi bahwa perilaku seseorang di masa lalu bisa memprediksikan perilakunya di masa depan. Metode ini biasanya lebih banyak digunakan untuk menyeleksi kandidat yang telah berpengalaman kerja. Dalam metode ini kompetensi kandidat akan dinilai dari jawaban yang diberikannya terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh si pewawancara yang akan mencakup 4 hal penting menyangkut STAR :

1. Situation (situasi yang dihadapi kandidat)
2. Task (tugas yang dibebankan kepada kandidat)
3. Action (tindakan yang diambil kandidat)
4. Result (hasil/perubahan yang terjadi akibat dari tindakan yang telah dilakukan)

Anda boleh menduga bahwa wawancara yang tengah Anda hadapi menggunakan metode ini bila pertanyaan yang diajukan pada Anda bersifat terstruktur, mengarah langsung pada suatu kompetensi dan kurang lebih isinya sebagai berikut :



  • "Bisa Anda berikan suatu contoh situasi yang pernah Anda alami ketika ... ?"

  • "Ceritakan kejadian yang pernah Anda hadapi, di mana Anda diminta untuk melakukan ..."

  • "Pada waktu itu, apa yang Anda lakukan?"
Lalu apa yang perlu dilakukan agar bisa lolos dari wawancara yang menggunakan metode ini? Jawabnya sekali lagi adalah PERSIAPAN :



  1. Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai kompetensi yang paling mungkin dibutuhkan untuk menjabat posisi yang Anda lamar.

  2. Lakukan sedikit renungan kilas balik untuk menelusuri hal-hal yang sudah Anda lakukan di tempat kerja sekarang atau sebelumnya (tugas dan konteks situasi yang pernah Anda hadapi, hambatan yang ada, tindakan apa yang Anda lakukan dan apa hasil yang telah Anda capai).

  3. Bila perlu, buat catatan ringkas mengenai semua kompetensi yang Anda miliki, lengkap dengan contoh nyata yang pernah Anda alami.

Sumber tokhe : http://karir.com/

Selengkapnya...

Dapat Tawaran Kerja? Tangani Dengan Santun dan Kritis

Kami tahu benar, perusahaan pelanggan karir.com aktif melakukan pencarian resume. Kami yakin sebagian besar di antara Anda pernah menerima email notifikasi yang menyatakan bahwa resume Anda telah dipelajari oleh perusahaan tertentu. Jadi mungkin sebagian besar dari Anda, pernah atau sering mendapatkan panggilan wawancara walaupun tidak merasa melamar.
Sayangnya, kami juga kerap mendengar keluhan tentang perilaku anggota Pencari Karir yang dinilai kurang simpatik ketika menerima tawaran pekerjaan baru. Bagaimana menghindari cap buruk tersebut demi kepentingan semua pihak yang terlibat di karir.com? Ada baiknya Anda simak poin-poin berikut ini :
DISARANKAN
  1. Ajukan pertanyaan
    Untuk menghindari penipuan atau hal-hal negatif lainnya, sewaktu menerima kontak telepon pertama, ajukan pertanyaan menyangkut identitas perusahaan. Misalnya :
    - nama perusahaan dan jenis industri
    - dari mana mereka mendapatkan data Anda
    - alamat dan nomor telepon perusahaan
    - nama dan posisi si penelepon
    - posisi yang ditawarkan dan gambaran singkat mengenai pekerjaan yang akan ditangani
  2. Ungkapkan dengan jelas sejauh mana Anda meminati tawaran tersebut
    - Bila Anda sama sekali tidak berminat pindah kerja, tolak tawaran dengan santun sambil mengucapkan terima kasih dan mengajukan alasan yang masuk di akal.
    - Bila Anda ragu-ragu, minta waktu untuk memikirkan tawaran tersebut dengan memberi batas waktu yang jelas; kapan dan melalui apa Anda akan memberi kabar.
    - Bila Anda berminat menjajakinya, tanyakan langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan.
  3. Langkah selanjutnya
    - Ketika menghadiri wawancara
    Pelajari dengan seksama budaya kerja di perusahaan yang memberi tawaran. Ajukan pertanyaan mendetil tentang berbagai hal menyangkut pekerjaan yang ditawarkan : struktur organisasi, cara pengambilan keputusan di departemen yang bersangkutan, pola interaksi dengan atasan dan antar karyawan, bagaimana prestasi Anda akan dinilai, seberapa besar beban pekerjaan yang akan ditangani, keharusan kerja lembur atau tugas ke luar kota, dan sebagainya.
    - Pertimbangkan dengan seksama sebelum memutuskan
    Budaya kerja perlu dipelajari karena prestasi seseorang di tempat kerja bukan hanya ditentukan oleh faktor internal individu yang bersangkutan. Analogi berikut ini mungkin tepat untuk menggambarkan situasi yang ada :
    “benih yang baik belum tentu tumbuh subur dan berbuah bila ditanam di sembarang lahan”. Sebaliknya “lahan yang subur belum tentu cocok untuk semua jenis tanaman”. Jadi ada kemungkinan, Anda yang begitu cemerlang di kantor lama, tidak bisa menunjukkan prestasi apa-apa di kantor baru.

JANGAN LAKUKAN

  1. Langsung datang tanpa mengetahui dengan jelas identitas perusahaan dan posisi yang ditawarkan.
  2. Menggantung jawaban, memberi harapan tanpa ketegasan dan batas waktu, menjanjikan untuk datang atau mengirim resume lengkap tetapi kemudian mengingkarinya tanpa kabar dan alasan yang jelas.
  3. Menanyakan gaji dan atau mengajukan permintaan gaji pada kontak telepon pertama.
  4. Terburu nafsu, cepat silau oleh tawaran gaji yang besar atau merasa sudah pasti diterima.
  5. Merasa diri hebat, menilai diri terlalu tinggi sehingga mengajukan gaji dan paket kompensasi yang jauh di atas pasaran atau kurang masuk akal.

Last but not least, ketahuilah bahwa perusahaan dan pencari kerja sebetulnya berada pada posisi yang setara dan saling membutuhkan. Jangan mengemis pekerjaan, tetapi juga jangan menganggap perusahaan sedang mengemis pada Anda. Selamat “diburu” dan “berburu” karir!


Sumber tokhe : http://karir.com/

Selengkapnya...

Your Ad Here

Mesin Pencari Pekerjaan