===============================================================
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan

KREATIF MERANGKAI KATA DALAM RESUME

Tantangan utama dalam membuat resume agar HRD tertarik untuk memanggil Anda adalah bagaimana membuatnya menarik, bisa menggambarkan kekuatan dan keunikan diri Anda, dalam 2 MENIT PERTAMA secara BENAR (tidak bohong). Apa rahasianya? Kali ini akan kita soroti mengenai penggunaan kalimat yang berbobot serta kata-kata yang berkarakter.

Sama halnya dengan seorang penyair yang cermat dalam memilih kata-kata yang akan digunakannya untuk mengungkapkan perasaaan dan atau jalan pikirannya, begitu juga seharusnya Anda ketika membuat resume. Beri perhatian besar khususnya pada bagian deskripsi tugas dan atau prestasi Anda. Ada tugas-tugas yang sebetulnya sederhana, umum dan biasa-biasa saja, tetapi bila dirumuskan dengan kalimat lain akan menimbulkan kesan yang sangat berbeda.

Contoh 1 :
Seorang Chief Accounting menulis salah satu tugasnya sebagai berikut :
- Membuat budget dan rencana pembayaran tagihan

Bandingkan dengan perumusan berikut :
- Merencanakan dan memastikan semua tagihan dapat dibayar tepat waktu
Perhatikan perbedaan antara kata-kata Membuat dan Memastikan. ”Membuat” terdengar seperti kita sedang mengerjakan hal yang biasa-biasa saja. Sedangkan kata ”Memastikan” lebih berkarakter, karena terkesan lebih berbobot dan diperlukan usaha lebih untuk melakukan hal yang dimaksud. Perhatikan juga adanya target waktu yang diperlihatkan dalam perumusan kedua yang mencerminkan ada upaya untuk mengorganisir pekerjaan.

Contoh 2 :
Seorang Quality Control Staff di perusahaan kontraktor konstruksi menulis tugasnya dengan hanya satu kalimat berikut :

Melakukan pengecekan pada pekerjaan konstruksi yang sedang dilakukan agar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan penulisan seperti itu, tugas si Quality Control Staff terkesan biasa dan umum dilakukan oleh semua Quality Control Staff di bidang yang sama di manapun juga.

Bandingkan dengan perumusan berikut ini :

Memastikan agar pekerjaan konstruksi digarap sesuai dengan standar yang ditetapkan dan selesai tepat waktu
Melakukan analisa terhadap kegagalan pemenuhan standar dan merekomendasikan penyelesaian masalah yang tepat
Berkoordinasi dengan departemen terkait untuk menciptakan sistem yang dapat mencegah penyimpangan atau penurunan kualitas pekerjaan

Secara keseluruhan perumusan tugas yang kedua menimbulkan kesan :
Tugasnya kelihatan lebih berbobot dan beragam

Yang bersangkutan terbiasa untuk :
fokus pada target
bekerja dengan perencanaan
berpikir analitis dan mengembangkan ketrampilan pemecahan masalah dalam melaksanakan tugasnya
bekerja sama dengan tim

Jadi, kembangkanlah kreativitas Anda. Rumuskan tugas-tugas Anda dengan kalimat-kalimat yang berbobot dan kata-kata yang berkarakter secara singkat dan jelas. Jangan pernah kehabisan akal dalam membuat resume yang menarik.

Sumber tokhe : http://karir.com/

Selengkapnya...

Tips Menghadapi Wawancara

Anda belum juga berhasil mendapatkan pekerjaan, padahal sudah beberapa kali sampai pada tahap wawancara? Bisa jadi ada sesuatu yang salah dalam sesi wawancara Anda tersebut. Berikut kami berikan tips-tips sederhana yang bersifat praktis untuk menambah bekal Anda dalam usaha mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.

Kuasai Resume Anda

Pada saat menghadapi wawancara, bersiaplah untuk menghadapi pertanyaan seputar Resume yang Anda ajukan. Kuasai data diri Anda sendiri, pelajari baris demi baris dan tanyakan mengapa dan bagaimana. Pastikan bahwa Anda bisa menjawab dengan mantap dan lancar bila si pewawancara bertanya lebih jauh tentang informasi yang Anda cantumkan di resume Anda, seperti misalnya : mengapa Anda memilih jurusan akuntansi? Bagaimana Anda bisa memperoleh IPK 3,75? Mengapa Anda keluar dari perusahaan sebelumnya? Bagaimana cara Anda mencapai target di perusahaan sekarang? Dan seterusnya. Bila perlu dan memungkinkan, mintalah teman Anda untuk mempertanyakan isi Resume Anda.


Sumber tokhe : http://karir.com/
Selengkapnya...

TIPS MENERIMA PANGGILAN WAWANCARA

Mendapat panggilan wawancara (interview) adalah kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Karena bisa jadi Anda telah mengalahkan ratusan atau bahkan ribuan saingan pada tahap seleksi resume.

Agar Anda bisa mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi wawancara kerja, ada sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan ketika menerima panggilan wawancara yang biasanya dilakukan via telepon ini, yaitu :

DISARANKAN :

1. Tanyakan nama, alamat dan nomor telepon perusahaan dengan sejelas mungkin.
2. Tanyakan apa yang harus Anda bawa sebagai kelengkapan persyaratan, siapa yang harus ditemui, lengkap dengan jabatannya
3. Bila Anda berhalangan pada hari dan waktu yang diminta, ajukan alternatif jadwal baru dengan sopan
4. Bila Anda sudah sempat menyetujui dan tiba-tiba berhalangan hadir pada hari H, hubungi kembali HRD yang bersangkutan dan ajukan jadwal baru
5. Beberapa perusahaan sengaja menyembunyikan nama perusahaannya dalam iklan lowongan, karena berbagai pertimbangan (banyak diantaranya sebetulnya merupakan perusahaan besar yang memiliki reputasi baik). Bila setelah Anda tahu identitas perusahaan yang bersangkutan dan ternyata kurang berminat untuk bekerja di perusahaan tersebut, sampaikan alasan diplomatis yang masuk akal, tanpa menyatakan keadaan yang sebenarnya. .…HARUS DIHINDARI

Bila Anda memang mengajukan lamaran ke perusahaan yang bersangkutan, jangan tanya Anda melamar sebagai apa di perusahaan itu, karena seharusnya Anda sudah tahu persis (bila perlu, buatlah catatan/daftar nama perusahaan yang Anda kirimi lamaran beserta posisi yang dilamar). Kecuali bila Anda tidak merasa melamar, karena bisa jadi HRD perusahaan tersebut mendapatkan data diri Anda melalui fitur ”Mencari Resume” yang disediakan oleh situs kerja, termasuk karir.com.

Menanyakan gaji dan kompensasi pada tahap ini

Tidak datang tanpa pemberitahuan atau tanpa alasan yang masuk akal

Begitu banyak pencari kerja yang belum mendapatkan kesempatan dipanggil wawancara, dan sangat mengharapkannya. Jadi bila Anda mendapatkan kesempatan berharga ini, pastikan Anda menghadirinya untuk menjajaki peluang karir yang tersedia.

Sumber tokhe : http://karir.com/



Selengkapnya...

APA PRESTASI ANDA?

Mungkin Anda sudah sekian tahun bekerja. Apa prestasi Anda selama sekian tahun itu? Bila Anda tidak bisa menjawab pertanyaan ini dalam 5 detik, maka Anda perlu merenung ulang. Untuk mendapatkan pekerjaan baru, daya saing Anda bisa lebih tinggi bila Anda bisa merumuskan prestasi Anda dalam pekerjaan sekarang atau sebelumnya.

Deskripsi mengenai prestasi Anda bisa menjadi nilai tambah karena deskripsi tugas saja bisa jadi belum cukup. Kandidat lain dengan latar belakang pekerjaan yang serupa dengan Anda mungkin
mencantumkan deskripsi tugas yang mirip. Jadi pertimbangkanlah untuk menampilkan prestasi Anda di tempat kerja sekarang atau terdahulu di dalam resume Anda. Pekerja yang berkualitas pasti mempunyai prestasi, tetapi memang tidak mudah untuk merumuskannya dalam bentuk tulisan. Mungkin tips di bawah ini bisa membantu Anda.

Apa?

Ada beberapa jenis prestasi yang mungkin bisa dipikirkan, pilih yang paling relevan.
1. Pencapaian target.
Cobalah untuk mengumpulkan dan mengingat-ingat target yang dibebankan oleh supervisor atau perusahaan kepada Anda. Target pribadi ataupun target tim sama-sama bisa digunakan. Tentunya tidak dalam semua proyek atau penugasan Anda selalu sukses. Pilih di mana Anda berhasil. Bila itu merupakan target pribadi, maka besar kemungkinan Anda adalah faktor penentunya. Tetapi bila itu merupakan pencapaian target tim maka Anda harus mendefinisikan kontribusi Anda dalam pencapaian itu secara jelas.
2. Menepati tenggat waktu.
Ada yang mengatakan bahwa salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah kecepatan. Jadi, dapat dikatakan hampir semua industri harus berpacu dengan waktu dan karyawan ditekan untuk bekerja cepat agar bisa memenuhi tenggat waktu yang ketat. Tidak heran bila karyawan-karyawan yang mampu melaksanakan tugas dengan hasil yang berkualitas dan tepat waktu biasanya dihargai. Cantumkan ini bila Anda memang baik dalam hal ini.
3. Pemecahan masalah.
Harus diakui, bisnis tidaklah sederhana. Bisnis selalu kompleks dan penuh dengan masalah sehingga karyawan yang bisa menangani masalah dengan baik biasanya menjadi salah satu “bintang” di perusahaannya.
4. Tugas ganda.
Ada banyak orang yang bagus dan trampil menangani suatu tugas atau proyek yang datang silih berganti. Tetapi hanya sedikit yang tetap mampu menunjukkan hasil kerja yang berkualitas, bila diberi beberapa tugas yang harus diselesaikan dalam waktu yang kurang lebih bersamaan. Jadi, bila Anda mempunyai kemampuan ini tampilkanlah hal ini dalam resume Anda.

Bagaimana?

Cara Anda merumuskan prestasi dalam bentuk tulisan sama pentingnya dengan isinya itu sendiri.
1. Pencapaian target akan lebih mudah dicerna bila hal itu dikuantifikasikan atau disajikan dalam bentuk yang terukur. Misalnya pencapaian target penjualan. Anda bisa menyebutkan : meningkatkan sales menjadi dua kali lipat dalam waktu 3 bulan atau melampaui target penjualan lebih dari 50%. Contoh lain yang berkaitan dengan pemecahan masalah misalnya : menangani hutang dan melakukan penagihan dengan tingkat keberhasilan 85%.
2. Lengkapi dengan konteksnya. Penjabaran konteks ini juga bisa membantu pembaca untuk lebih mudah menilai kualitas prestasi Anda. Contoh : sebutkan besaran atau skala organisasi perusahaan Anda, posisi produk/jasa perusahaan Anda di pasar atau kondisi sosial ekonomi setempat ketika prestasi Anda itu diraih.
3. Jangan berlebihan. Jangan menggunakan “make-up” yang terlalu tebal untuk memikat orang lain. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengedepankan prestasi Anda secara proporsional.
4. Nyatakan dengan singkat dan jelas. Gunakan bullet-point. Kalimat yang terlalu panjang membuat orang malas membaca atau salah-salah malah membingungkan.


Sumber tokhe : http://karir.com/



Selengkapnya...

MENDAPATKAN PEKERJAAN : SULIT ATAU TIDAK SIAP?

Banyak pencari kerja mengeluh sulit mendapatkan pekerjaan. Tidak terlalu mengherankan. Faktanya, jumlah pencari kerja memang jauh lebih banyak daripada lowongan yang tersedia.

Tetapi tahukah Anda, di lain pihak banyak perusahaan juga mengeluh sulit mendapatkan tenaga kerja, bukan hanya yang sudah berpengalaman melainkan juga yang baru lulus. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Pencari kerja kadang sulit mendapatkan pekerjaan bukan hanya semata-mata karena lowongan yang terbatas atau tidak ada kesesuaian kompetensi, melainkan juga karena KETIDAKSIAPAN dan HAMBATAN yang dengan atau tanpa sengaja mereka ciptakan sendiri. Apa saja yang termasuk di dalamnya?


1. Nomor telepon yang dicantumkan pada resume tidak aktif/tidak bisa dihubungi.
2. Data-data lain mengenai pengalaman kerja dan sebagainya yang disajikan dalam resume tidak akurat atau sudah tidak valid lagi.
3. Tidak bisa meyakinkan HRD pada saat wawancara :
- tidak bersemangat
- tidak tahu jabatan yang dilamar apa
- tidak punya gambaran tentang perusahaan dan posisi yang dilamar
- tidak mampu menunjukkan sikap yang profesional melalui cara berkomunikasi, cara berinteraksi, cara menjawab dan mengajukan pertanyaan
- tidak mampu berkomunikasi dengan baik
- tidak mampu mempresentasikan diri dengan baik (tidak mengenali diri sendiri dengan baik, tidak tahu kekuatan dan ketrampilan diri sendiri, tidak mengenakan busana yang pantas, dsb.)
- datang terlambat
4. Tidak datang ketika dipanggil wawancara
5. Tidak membawa dokumen yang diminta sebagai kelengkapan persyaratan
6. Tidak siap dan tidak mampu mengisi form aplikasi standar yang disediakan perusahaan secara lengkap dan meyakinkan
7. Tidak bisa membuat resume yang menarik
8. Tidak fokus dan tekun dalam mencari dan melamar pekerjaan

Bagaimana dengan Anda?

Pastikan diri Anda benar-benar siap untuk memasuki dunia kerja dan telah meminimalkan semua kendala yang membuat Anda sulit untuk dipekerjakan.

Sumber tokhe : http://karir.com/

Selengkapnya...

CV DAN RESUME : SAMA ATAU BEDA?

Beberapa tahun yang lalu CV (Curicullum Vitae) atau Daftar Riwayat Hidup terasa akrab di telinga para pencari kerja di Indonesia. Tetapi belakangan ini HRD dari berbagai perusahaan kerap meminta pelamar untuk melampirkan Resume, bukannya CV. Apa bedanya?
Tujuan Pembuatan
Istilah Resume mengemuka dan populer di Amerika sebagai sarana untuk melamar pekerjaan di bidang bisnis komersial. Sedangkan CV lebih banyak digunakan untuk mencari peluang di bidang pendidikan, penelitian atau permohonan bea siswa. Di banyak negara Eropa, CV lebih umum digunakan, baik untuk keperluan melamar pekerjaan ataupun mencari peluang di bidang akademis.
Isi
Perbedaan lain yang mendasar antara CV dan Resume terletak pada isinya. CV umumnya lebih panjang, dua halaman atau lebih dan berisi data-data yang lebih rinci daripada Resume. Di dalam CV biasanya juga dicantumkan data-data pribadi seperti usia, kebangsaan, tinggi dan berat badan, status pernikahan dan kadang juga hobi serta latar belakang pendidikan akademis secara mendetil mencakup daftar penelitian, daftar publikasi tulisan, penghargaan dan lain-lain.
Sedangkan Resume biasanya hanya terdiri dari satu atau maksimal dua halaman yang berisi ringkasan pengalaman, ketrampilan dan pendidikan. Karena tujuan pembuatan Resume adalah untuk melamar pekerjaan, maka biasanya isinya berfokus pada pengalaman kerja atau prestasi di tempat kerja terdahulu serta ketrampilan dan latar belakang pendidikan yang menunjang posisi yang dilamar.
Berdasarkan cara penulisannya dikenal ada dua jenis Resume, yaitu Resume yang kronologis dan Resume yang fungsional. Resume kronologis berisi tentang perjalanan karir si pelamar kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Ini adalah jenis Resume yang paling sering digunakan dan memang lebih mudah dipahami. Sedangkan Resume fungsional berfokus pada ketrampilan tertentu. Bagi yang ingin pindah bidang/fungsi kerja, Resume jenis ini cocok untuk digunakan. Maksimalkan dengan berfokus pada ketrampilan yang bisa diterapkan untuk beragam fungsi kerja (transferable skills), seperti misalnya ketrampilan komunikasi, ketrampilan pemecahan masalah, ketrampilan memimpin, dan sebagainya.
Selengkapnya...

Your Ad Here

Mesin Pencari Pekerjaan